Apa itu tokek? Tokek adalah nama umum untuk menyebut cecak besar. Ada
banyak jenis tokek, namun istilah tokek secara sempit biasa dipadankan bagi
anggota marga Gekko, suku Gekkonidae. Sedangkan tokek dalam bahasa awam umumnya
merujuk kepada tokek rumah (Gekko gecko), yang memiiki persebaran luas.
Marga Gekko menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara, ke
utara hingga Korea dan Jepang, ke timur --melintasi Kepulauan Nusantara dan
Filipina-- hingga ke Kepulauan Solomon dan Santa Cruz di Pasifik.[1]
Cecak yang berukuran sedang hingga besar. Kulit punggung
tertutupi oleh sisik-sisik granular, bercampur dengan bintil-bintil yang agak
besar. Pupil mata tegak bentuk jorong, dengan tepi yang bergerigi. Jari-jari
kaki depan dan belakang tumbuh sempurna, melebar di ujung, terkadang dengan
selaput di antara pangkal jari, cakar (kuku) terdapat pada jari-jari sebelah
luar, sisi bawah jari dengan sederetan bantalan pelekat (disebut scansor) yang
berkembang baik dan tidak berbelah (berbagi). Terdapat pula pori-pori preanal
atau preano-femoral, serta bintil post-anal.
Hewan ini kebanyakan aktif di saat senja dan malam hari,
meski suara panggilannya kadang-kadang terdengar di siang hari. Tokek tinggal
di lubang pepohonan di hutan atau di rekahan batuan atau gua; namun sebagian
jenisnya juga beradaptasi dengan lingkungan manusia dan bersifat komensal.
Tokek memburu aneka serangga dan invertebrata lain sebagai makanannya, walaupun
juga tidak segan memangsa vertebrata lain yang lebih kecil ukurannya. Tokek
betina biasanya mengeluarkan sepasang telur, yang disimpan berlekatan di sudut
lubang atau dinding. Tempat menyimpan telur ini biasa digunakan berulang kali
oleh tokek yang sama.


0 komentar:
Posting Komentar